Lembar Kerja Siswa (student worksheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya. Lembar kerja dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. Tugastugas sebuah lembar kerja tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis. Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu, kemudian membuat ringkasan untuk dipresentasikan. Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan, misalnya survei tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat.
Menurut Depdiknas (2008: 23-24), Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kerja siswa akan memuat komponen-komponen, yaitu; judul, KD yang akan dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang harus dikerjakan.
Lembar Kerja Siswa bermanfaat bagi guru dan siswa. Bagi guru, LKS dapat digunakan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Sedangkan bagi siswa, LKS dapat dijadikan pedoman akan belajar secara mandiri dan belajar memahami dan menjalankan suatu tugas tertulis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Febrianti (2015:2) menyatakan bahwa LKS dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam memecahkan masalah, bekerja sama dan berkomunikasi. Dalam menyiapkannya guru harus cermat dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, karena sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik
Dalam
menyiapkan lembar kerja siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
- . Analisis kurikulum
Analisis kurikulum dimaksudkan untuk menentukan materi-materi mana yang memerlukan bahan ajar LKS. Biasanya dalam menentukan materi dianalisis dengan cara melihat materi pokok dan pengalaman belajar dari materi yang akan diajarkan, kemudian kompetesi yang harus dimiliki oleh siswa.
- Menyusun peta kebutuhan LKS
Peta
kebutuhan LKS sangat diperlukan guna mengetahui jumlah LKS yang harus ditulis
dan sekuensi atau urutan LKS-nya juga dapat dilihat. Sekuens LKS ini sangat
diperlukan dalam menentukan prioritas penulisan. Diawali dengan analisis
kurikulum dan analisis sumber belajar.
- . Menentukan
judul-judul LKS
Judul LKS ditentukan atas dasar KD-KD,
materi-materi pokok atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum. Satu
KD dapat dijadikan sebagai judul modul apabila kompetensi itu tidak terlalu
besar, sedangkan besarnya KD dapat dideteksi antara lain dengan cara apabila
diuraikan ke dalam materi pokok (MP) mendapatkan maksimal 4 MP, maka kompetensi
itu telah dapat dijadikan sebagai satu judul LKS. Namun apabila diuraikan
menjadi lebih dari 4 MP, maka perlu dipikirkan kembali apakah perlu dipecah
misalnya menjadi 2 judul LKS.
- . Penulisan
LKS
Penulisan
LKS dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebaga berikut:
1.
Perumusan KD yang harus dikuasai
2. Menentukan
alat Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses kerja dan hasil kerja
peserta didik.Karena pendekatan pembelajar-an yang digunakan adalah kompetensi,
dimana penilaiannya didasarkan pada penguasaan kompetensi, maka alat penilaian
yang cocok adalah menggunakan pendekatan Panilaian Acuan Patokan (PAP) atau
Criterion Referenced Assesment. Dengan demikian guru dapat menilainya melalui
proses dan hasil kerjanya.